Posts

#4

Aku tau manusia tempatnya salah dan khilaf Aku tau manusia adalah ladang dosa Aku tau pula bahwa manusia bisa keliru Kekeliruan pulalah yang dialami manusia ini hari ini Berkat kekeliruan itu Aku jadi ragu Takut salah Takut mengulang masuk ke lubang yang sama Seolah menjadi kedelai pada pikiran sendiri Kehendak untuk maju atau mundur menjadi maju mundur Tidak tentu apa yang dituju Lelah menjadi bingung

#3

Taukah kamu? Menjadi kecewa terkadang sangat gampang Lelah karena bualan Merasa dikhianati oleh ucapan Merasa diri terkucilkan Menjadi pesimis itu mudah Cukup ingat apa yang mereka katakan Ucapan bernada remeh Senyum miring dengan makna lain Diingat dalam memori Hari ini aku belajar Bagaimana menjadi pembelajar Bukan hanya kepada sebaya Namun juga pada manusia paruh baya Menjadi kritis dan skeptis itu perlu

#2

Sentuhan hampa Ku tenggelam Dalam huru hara manusia Pada masa semua menjadi membara Pengorbanan dan peluh jatuh bukan persoalan Ku tenggelam Dalam keheningan hampa Menjadi sendiri tak berkawan Perihal jiwa yang lelah akan penantian Ku tenggelam Dalam sendau gurau manusia Tertawa tanpa kendali Lalu pulang hampa kembali Biarkan ku tenggelam Atau kau mau selamatkan? Cukup beri sentuhan Dan katakan semua kan baik saja -nrlwlda-

#1

Kan tiba masa Untuk menjadi aku dan kamu yang lebih baik Masing-masing kita harus perbaiki diri Memantaskan untuk hal yang perlu dipantaskan Meluruskan apa yang perlu diluruskan Meraih apa yang selama ini diimpikan Untuk menjadi kita dari aku dan kamu yang belum bersua Masing-masing kita harus tunaikan kewajiban Menjadi manusia yang memanusiakan sesama Menjadi individu yang bukan sekedar ada Namun menjadi manusia yang dibutuhkan untuk ada Untuk menjadi bersama antara aku dan kamu Masing-masing harus kecilkan ego Ambisi untuk saling mengalahkan Prasangka tak beralasan Amarah yang tak selesaikan apapun Untuk menjadi satu Aku dan kamu Untuk menjadi kita Penantian dan peluh tuk menjadi lebih baik Kan terbayar saat tiba masa bertemu Bercerita perjalanan panjang hingga tiba dititik itu Saat aku kamu menjadi kita Dari mereka yang sesekali singgah Tuk menawar hampa -nrlwlda-